Dhafiq Sagara adalah orang bodoh yang tidak bisa apa-apa, tapi dia selalu berusaha untuk terus menjadi yang lebih baik. Rasa keingin-tahuannya sangat tinggi, selalu berusaha dan terus berusaha, trial dan error adalah prinsip belajarnya.

16 Mei 2011

Sindrom Skripsi Telah Beredar

Saya seorang mahasiswa angkatan 2007 yang saat ini sudah memasuki masa kuliah semester 8. Yaaa memang bisa dikatakan bahwa saya dan teman seangkatan saya sudah waktunya mengerjakan skripsi. Sampai-sampai di Facebook, Twitter semua pada memasang foto profil tentang skripsi seperti gambar disamping. Banyak gambar-gambar di tag tentang skripsi. Dimana-mana skripsi.


Ada pula yang memasang background wallpaper laptop dengan kata-kata skripsi (termasuk saya hehe...). Bahkan di HP pun ada pula yang menulis note tentang skripsi yang tulisannya beragam, "Sudahkan Anda mengerjakan skripsi", "Ayo Rizal, cepet ngerjakan skripsi". Sebuah ucapan untuk diri sendiri sebagai penyemangat diri. Memang luar biasa cara-cara yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi sindrom Skripsi.

Ada seorang teman saya yang berinisial "A" dan sering dipanggil "pakdhe", dia adalah salah satu mahasiswa yang takut sekali dengan TA (Tugas Akhir) atau Skripsi. Pikirannya terlalu dihantui dengan skripsi. Entah apa yang ditakuti. Dia takut dengan sendirinya. Jika ada yang membahas TA di depannya, langsung mengalami migran/pusing (aneh kan...). Kadang emosinya pun tak terkontrol jika ditanya tentang TA. Akhirnya si mahasiswa ini melampiaskan sindrom ketakutan skripsinya dengan bermain game, game online yang disukainya yaitu CABAL Online. Seharian penuh disibukkan oleh permainan game online tersebut. Denger-denger sih dia takut untuk presentasi. Bagaimanapun seorang mahasiswa pasti harus berani untuk presentasi di depan umum.

Bahkan dalam pergaulan kami melarang keyword-keyword tentang "Skripsi", yang berbau skripsi untuk dilarang. Dilarang bertanya "Gimana skripsimu?", "Udah BAB berapa?". Itu keyword-keyword yang bikin stress bagi para TAners. Yaaa itulah yang terjadi dikalangan kami. Karena skripsi di Teknik Informatika tidak hanya penelitian, tapi harus membuat suatu produk yang dihasilkan, yaitu aplikasi/software.

Tetap semangat untuk teman-teman seangkatan saya dan untuk kakak-kakak tingkat saya yang masih berjuang mencapai kelulusan di jurusan teknik informatika UMM. Semoga dapat mencapai kelulusan sesegera mungkin. Amin.

1 komentar: